Pupuk Tanamas Borat 46% (25 Kg)
Pupuk Tanamas Borat 46% merupakan pupuk sumber unsur hara mikro Boron (B) berkadar tinggi yang berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, pembentukan bunga dan buah, serta perkembangan biji. Cocok digunakan untuk berbagai komoditas pertanian, perkebunan, hortikultura, dan tanaman buah.
Pupuk Tanamas Borat 46%
Pupuk Tanamas Borat 46% adalah pupuk mikro yang mengandung unsur Boron (B) berkadar tinggi untuk membantu memenuhi kebutuhan hara tanaman. Boron merupakan salah satu unsur hara mikro esensial yang berperan penting dalam berbagai proses fisiologis tanaman, terutama pembentukan bunga, perkembangan buah, pembentukan biji, serta pertumbuhan jaringan tanaman.
Kekurangan unsur Boron dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan kualitas hasil panen. Kondisi ini umum ditemukan pada tanah berpasir, tanah dengan kandungan bahan organik rendah, tanah masam, maupun daerah dengan curah hujan tinggi.
Pupuk Tanamas Borat 46% diformulasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan unsur Boron pada berbagai jenis tanaman sehingga mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman secara optimal.
Kandungan
- Boron (B) : 46%

Keunggulan Pupuk Tanamas Borat 46%
✓ Sumber unsur hara Boron berkadar tinggi.
✓ Membantu mendukung pembentukan bunga dan buah.
✓ Mendukung perkembangan biji dan kualitas hasil panen.
✓ Membantu mencegah gejala kekurangan unsur Boron.
✓ Mudah diaplikasikan pada berbagai sistem budidaya.
✓ Cocok untuk berbagai jenis tanaman pertanian, perkebunan, dan hortikultura.

Cocok Digunakan Untuk
- Kelapa sawit
- Kakao
- Kopi
- Padi
- Jagung
- Tembakau
- Kacang-kacangan
- Sayuran
- Cabai
- Tomat
- Bawang
- Kentang
- Brokoli
- Selada
- Wortel
- Bayam
- Singkong
- Semangka
- Melon
- Mangga
- Jeruk
- Lemon
- Anggur
- Apel
- Berbagai tanaman buah, hortikultura, dan perkebunan lainnya.
Manfaat Pupuk Tanamas Borat 46%
- Membantu pembentukan bunga dan buah.
- Mendukung perkembangan dan kualitas biji.
- Membantu mengurangi risiko gugur bunga dan buah muda akibat kekurangan Boron.
- Membantu menjaga pertumbuhan jaringan tanaman.
- Mendukung metabolisme dan pertumbuhan tanaman.
- Membantu memenuhi kebutuhan unsur hara mikro Boron pada berbagai komoditas.
| Tanaman | Manfaat Utama |
|---|---|
| Apel | Mencegah kelainan bentuk buah dan mendukung pertumbuhan optimal |
| Anggur | Mencegah kerontokan buah muda |
| Kentang | Mencegah pembusukan dan bintik pada umbi |
| Tomat & Cabai | Meningkatkan pembentukan buah dan menjaga kesehatan daun |
| Sayur-sayuran | Mencegah kerapuhan jaringan dan pembusukan |
| Kacang-kacangan | Mendukung pembentukan polong / biji dan mencegah pembusukan |
| Jagung | Memperkuat pertumbuhan dan mencegah cacat pada tongkol |
| Kopi | Mencegah pertumbuhan daun abnormal dan merangsang pembentukan buah |
| Kelapa Sawit | Mendukung pembentukan buah dan mencegah pertumbuhan daun abnormal |
| Tembakau | Meningkatkan kualitas daun dan kekuatan akar |
| Padi | Mengoptimalkan pengisian gabah dan mengurangi gabah hampa |
| Kapas | Mendukung perkembangan bunga dan buah, serta meningkatkan kualitas serat |
| Kakao | Mendukung pembentukan dan perkembangan buah kakao |
Cara Penggunaan
Pupuk Tanamas Borat 46% dapat diaplikasikan dengan berbagai metode sesuai kebutuhan budidaya, antara lain:
- Dilarutkan dan disemprotkan pada tanaman.
- Disebarkan langsung pada area perakaran atau lahan tanam.
- Dicampurkan dengan pupuk granular lainnya sebelum aplikasi.
| Tanaman | Dosis Pemakaian |
|---|---|
| Apel | 10-20 gr / pohon |
| Anggur | 10-20 gr / pohon |
| Kentang | 7-10 kg / Ha |
| Tomat & Cabai | 8-10 kg / Ha |
| Sayur-sayuran | 10-15 kg / Ha |
| Kacang-kacangan | 10-15 kg / Ha |
| Jagung | 10-15 kg / Ha |
| Kopi | 20-35 kg / Ha |
| Kelapa Sawit | 50-200 gr / pohon |
| Tembakau | 4-6 kg / Ha |
| Padi | 5-8 kg / Ha |
| Kapas | 8-10 kg / Ha |
| Kakao | 10-15 kg / Ha |
Dosis dan frekuensi aplikasi dapat disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi lahan, dan kebutuhan unsur hara untuk memperoleh hasil yang optimal.
Pupuk Tanamas Borat 46% merupakan solusi praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan unsur Boron pada berbagai jenis tanaman guna mendukung pertumbuhan, pembungaan, dan produktivitas hasil pertanian.
